Muhammad Ali Jinnah

7/23/2010

Berkat kontribusi seorang Muhammad Ali Jinnah, akhirnya umat Islam di anak benua India berhasil mendirikan negara sendiri yang berdaulat dan terpisah dengan dengan umat Hindu. Ali Jinnah lahir di Karachi, sebuah kota yang kini menjadi bagian dari negara Pakistan, pada hari ahad 25 Desember 1876. Untuk membedakan dengan dengan “Muhammad Ali” yang lain, ditambahkan nama Jinnah di belakangnya, berasal dari nama ayahnya, yang seorang saudagar, Jinnahbhai Poonja. Ali Jinnah memperoleh pendidikan dasar dan menengahnya di kota Karachi. Atas nasehat Frederick Leigh Croft, Manager Graham Shipping and Trading Company, Ali Jinnah dikirim ke London oleh orang tuanya untuk belajar bisnis pada kantor pusat Graham Shipping and Trading Company dan waktu itu ia brusia 16 tahun.

Sesampainya di London, ia tidak memasuki sekolah yang di cita-citakan ayahnya, tetapi ia justru tertarik untuk mempelajari hukum dan politik, kemudian ia masuk ke Lincon’s Inn, salah satu sekolah hukum terkemuka di Inggris yang mempersiapkan lulusannya menjadi ahli hukum atau pengacara.

Muhammad Ali Jinnah

Pada tahun 1896, setelah mendapat mendapat gelar Sarjana dalam bidang hukum di London, ia kembali ke Karachi dan mencoba hidup mandiri dengan membuka firma hukum di Bombay. Dalam masa pengabdiannya di bidang hukum ini, ia banyak berhubungan dengan berbagai kalangan lapisan masyarakat, diantaranya Machperson, seorang Jaksa Agung Bombay. Ia sangat terkesan dengan semangat pengabdian Ali Jinnah yang masih muda itu di bidang hukum, sehingga ia terdorong untuk memberikan fasilitas kepada Ali Jinnah dengan kebebasan yang seluas-luasnya untuk mempergunakan perpustakaan pribadinya.

Karir politik Ali Jinnah dimulai pada tahun 1906 dengan ikut sertanya ia pada sidang konggres kalkuta sebagai sekretaris presiden. Ia memilih bergabung dengan konggres Nasional karena menurut pandapatnya perjuangan yang paling utama bagi rakyat India adalah kemerdekaan India dan itu hanya dapat dicapai melalui usha bersama kelompok Islam-Hindu. Atas keyakinan, upaya dan sikap untuk menyatukan umat Islam dan umat Hindu ini demi kepentingan kemerdekaan nasional dan kemerdekaan India. Ia dijuluki sebagai Ambassador of Hindu Muslim unity.

Ali Jinnah pada waktu itu tidak memasuki Liga Muslim, karena politik patuh dan setia pada pemerintahan Inggris yang terdapat pada Liga Muslim tidak sesuai dengan jiwanya, ia lebih sesuai dengan jiwa menentang Inggris dengan kepentingan nasional India. Namun pada tahun 1913, ketika organisasi Liga Muslim merubah sikap dan menerima ide pemerintahan sendiri bagi India sebagai tujuan perjuangan, mulai saat itu sampai akhir hayatnya (wafat 11 September 1948), sejarah hidup dan perjuangannya banyak berkait dengan Liga Muslim dan perjuangan umat Islam India untuk menciptakan Pakistan.

Bapak Pakistan

Karena karisma dan jasanya yang sangat besar bagi berdirinya Negara Islam Pakistan, Muhammad Ali Jinnah dikenal dengan julukan “Bapak Pakistan”. Gagasan pembentukan Negara Islam Pakistan sebenarnya telah lama diutarakan oleh Muhammad Iqbal. Namun baru ditangan Ali Jinnah gagasan tersebut bisa direalisasikan. Pada tanggal 14 Agustus 1947, Negara Islam Pakistan secara resmi berdiri. Dan Ali Jinnah diangakat menjadi gubernur jendral (kepala negara) yang pertama dengan gelar “Quaid-1-Azam" (Pemimpin Agung).

Pakta Luckknow

Prestasi terbaik Ali Jinnah dalam bidang politik adalah ketika ia mengarsiteki pakta luckknow pada tahun 1916, yaitu persetujuan bersama dua organisasi politik terbesar di India, antara Partai Kongres Nasional India yang mewakili suara umat Hindu dan Liga Muslim India yang mewakili suara umat Islam. Dalam pakta tersebut hak-hak politik warga muslim di anak benua India mulai dipertimbangkan dan dihormati.

Dirangkum dari berbagai sumber.
Previous
« Prev Post
Add CommentHide

Back Top